Rabu, 24 Juni 2020 12:14 WIB

Usai Bakri Nyatakan Mundur Di Pilgub, Pesona PAN Makin Menjadi Mercusuar Politik Jambi

 Usai Bakri Nyatakan Mundur di Pilgub, Pesona PAN Makin Menjadi Mercusuar Politik Jambi

SR28 (JAMBI)- Pasca ditetapkan bahwa Pilkada secara resmi akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang, para bakal calon kepala daerah beserta partai dan tim pengusung mulai kembali tancap gas. Sebelumnya, para bupati ini memilih untuk Cooling Down karena fokus pada penanganan Covid 19 yang mewabah diseluruh dunia.

Berbagai deklarasi, pendaftaran pada parpol dan sederet aktivitas politik kian semakin meramaikan hiruk pikuk perpolitikan Jambi. Berdasarkan catatan tim redaksi SR28, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tercatat sebagai partai pertama yang mendeklarasikan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jambi 2021-2025 pada Senin (15 Juni 20220) di Aula DPW PKS Jambi. Mereka resmi mengusung Alharis dan Abdullah Sani untuk maju pada Pilgub mendatang. Selain PKS, dihari yang sama juga Partai Berkarya resmi mengusung Alharis-Sani.

Catatan lain yang juga memukau publik adalah dengan kembalinya istri Mantan Gubernur Jambi Ratu Munawaroh ke  pusaran perebutan kekuasaan perlima tahun ini. Kehadirannya disebut-sebut membuat peta dan perhitungan dari berbagai timses jadi berubah drastis. Meski belum ada hasil survei teranyar terkait hal ini, namun berbagai informasi  A1 menyebut jika perempuan berdarah sunda itu dianggap memiliki manetudo yang tak main-main dalam ingatan masyarakat di Provinsi Jambi.

Hal tersebut tampak dari capaian sang suami yang berhasil menduduki jabatan sebagai Gubernur Jambi selama 2 periode dan disusul sang anaknya tirinya Zumi Zola setelah jeda  1 periode dari kepemimpinan sang suami Zulkifli Nurdin.

Selain keputusan bulat dari Ratu Munawarah, PAN kembali menyedot perhatian publik dengan dibukanya selama 3 hari pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur.

Sejumlah nama yang digadang-gadang naik pun langsung mendaftar, seperti Ratu Munawaroh, Cek Endra, Sy Fasha, Fachrori Umar, Safrial, Alharis-Sani dan Ramli Taha.

Pendaftaran para calon  gubernur tersebut sontak menyita perhatian publik, pasalnya PAN memiliki basis kader, simpatisan serta jumlah Bupati/Walikota terbanyak kedua setelah Golkar. Hal inilah yang membuat PAN menjadi kuda hitam dalam Pilgub Jambi dari tahun ketahun.

Kini, PAN resmi menutup pendaftaran. Sederet lobi dan upaya pendekatan ke struktur DPW dan DPP terus dilakukan oleh pada pendaftar guna mendapatkan tiket dukungan partai kuat berlogo matahari terbit itu.

Muhammad Sidik

Usai | Bakri | Nyatakan | Mundur |

Copyright @2015